Inilah Aturan PPKM Darurat pada 3 sampai 20 Juli 2021

Masyarakat kembali kerja dan sekolah dari rumah selama berlangsungnya PPKM Darurat.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Selama pelaksanaan PPKM Darurat pada 3 - 20 Juli 2021, area publik, termasuk tempat wisata, harus tutup. Keterangan foto: Ilustrasi, calon pengunjung Taman Impian Jaya Ancol kecewa karena objek wisata itu tutup di H+3 Idulfitri 2021. 

WARTA KOTA WIKI -- Perbedaan mendasar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat ini dengan PPKM sebelumnya adalah regulasi yang lebih ketat di PPKM Darurat.

PPKM Darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku,” ujar Presiden Jokowi dalam siaran pers pada 30 Juni 2021.

Karena itu Kepala Negara pun meminta masyarakat untuk lebih disiplin mematuhi peraturan PPKM Darurat, agar penyebaran Covid-19 di Tanah Air dapat segera diatasi.

Presiden Jokowi meyakini penyebaran Covid-19 di Indonesia dapat segera ditekan dengan kerja sama yang baik dari seluruh rakyat Indonesia.

Inilah aturan pengetatan aktivitas dalam PPKM Darurat:

1. 100 persen work from home untuk perkantoran dan industri sektor non-esensial

2. Seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring

3. Perkantoran dan industri:

a. Sektor esensial diberlakukan 50 persen dari kapasitas maksimum ruang kerja, untuk karyawan yang bekerja di kantor (work from office/WFO), dengan protokol kesehatan

Cakupan sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

b. Sektor kritikal diperbolehkan mempekerjakan 100 persen karyawan bekerja di kantor (WFO) dengan protokol kesehatan.

Cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman, dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

c. Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari berlaku pembatasan jam operasi sampai pukul 20.00 waktu setempat, dengan kapasitas pengunjung 50 persen dari kapasitas ruangan.

4. Kegiatan di pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup

5. Restoran dan Rumah Makan hanya menerima pesan-antar (delivery) dan dibawa pulan (take away)

6. Pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;

7. Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara

8. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara;

9. Kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

10. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan lebih ketat dari sebelumnya

Ikuti kami di
KOMENTAR
1129 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved