Mengenal SWDKLLJ, Fungsi dan Cara Memperoleh Manfaatnya

Pahami Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), yang dibayar setiap tahun oleh pemilik kendaraan bermotor.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pixabay.com/13smok
Dengan membayar SWDKLLJ setiap tahun, pemilik kendaraan bermotor bisa mengajukan permohonan santunan bila mengalami kecelakaan lalu lintas. Keterangan foto: Ilustrasi 

WARTA KOTA WIKI -- Pemilik kendaraan bermotor di Indonesia memiliki kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor, yang ditarik per satu tahun.

Besarannya beragam, tergantung nilai kendaraan bermotor, bobotnya, dan urutan kepemilikan karena berlaku pajak progresif bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu.

Selain pajak, pemilik kendaraan bermotor juga dibebani Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, atau di bukti setoran pajak disingkat menjadi SWDKLLJ.

Itu adalah "premi" asuransi kecelakaan yang diselenggarakan negara, melalui PT Jasa Raharja.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu kemudian mengelola dana yang terkumpul dari SWDKLLJ ini, dan menggunakannya untuk mebayar santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas.

Selain melalui SWDKLLJ PT Jasa Raharja juga memperoleh premi dari iuran wajib penumpang angkutan umum bermotor, yang dibayarkan saat seseorang membeli tiket.

Dengan dana inilah PT Jasa Raharja membayarkan santunan kepada korban kecelakaan atau keluarganya, untuk membantu korban membayar biaya pengobatan dan perawatan akibat kecelakaan lalu lintas itu.

Besaran SWDKLLJ

Besaran SWDKLLJ ini tergantung dari jenis kendaraan, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36/PMK.010/2008, dan diperbaharui dengan PMK Nomor 16/2017.

Di sana disebutkan bahwa sepeda motor di bawah 50 cc, mobil ambulans, mobil jenazah, dan mobil pemadam kebakaran dibebaskan dari kewajiban membayar SWDKLLJ.

Traktor, buldozer, forklift, mobil derek, excavator, crane dan sejenisnya memiliki sumbagan wajib sebesar Rp20.000.

SWDKLLJ sepeda motor, sepeda kumbang, dan skuter di atas 50 cc sampai 250 cc, dan kendaraan bermotor roda tiga sebesar Rp32.000.

Sementara pemilik sepeda motor dengan volume mesin di atas 250 cc harus membayar sebesar Rp 80.000.

Sedangkan SWDKLLJ untuk kendaraan roda empat jenis pick up/mobil barang sampai dengan 2400 cc, sedan, jeep, dan mobil penumpang bukan angkutan umum sebesar Rp140.000.

Kendaraan jenis mobil yang digunakan sebagai angkutan umum penumpang dengan volumen mesin sampai dengan 1600 cc memiliki SWDKLLJ sebesar Rp70.000.

Untuk bus dan mikro bus bukan angkutan umum dikenai SWDKLLJ sebesar Rp150.000.

Sedangkan bus dan mikro bus yang digunakan untuk angkutan umum, serta mobil penumpang angkutan umum lainnya dengan volumen mesin di atas 1600 cc dikenai SWDKLLJ sebesar Rp87.000.

Kemudian SWDKLLJ truk, mobil tangki, mobil gandengan, mobil barang di atas 2400 cc, truk container dan sejenisnya sebesar Rp160.000.

Hanya saja, nilai yang tercantum di bukti setoran pajak kendaraan bermotor selalu lebih besar Rp3.000 dari angka-angka di atas.

Itu karena pemilik kendaraan bermotor juga dikenai biaya penggantian pembuatan Kartu Dana/Sertifikat sebesar Rp3.000.

Halaman selanjutnya

Denda progresif

...

Ikuti kami di
KOMENTAR
1194 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved