Menyusui Dapat Mengurangi Risiko Mengidap Diabetes bagi Ibu yang Mengalami Gestation Diabetes

Kadar gula tinggi selama masa kehamilan berisiko menjadi diabetes di kemudian hari. Namun menyusui mengurangi tingkat risiko tersebut.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Healthline
Ilustrasi ibu menyusui 

WARTA KOTA -- Penderita penyakit diabetes di dunia terus bertambah pada saat ini. Data dari International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2019 sekitar 463 juta orang menderita penyakit ini, dengan rentang usia 20 sampai 79 tahun.

Jika tak ada tindakan dari masyarakat, IDF memperkirakan jumlah penderita diabetes bisa meningkat menjadi 700 juta orang pada tahun 2045.

Saat ini dikenal dua tipe diabetes, yakni tipe 1 yang disebabkan tubuh tidak bisa memproduksi insulin sesuai kebutuhan. Karena itu penderitanya memerlukan suntikan insulin setiap saat untuk mengendalikan gula darahnya.

Kemudian ada diabetes tipe 2, yakni kadar gula (glukosa) dalam tubuh terlalu tinggi. Hal ini biasanya disebabkan penderitanya kurang aktif bergerak, ditambah mengonsumsi zat gula (karbohidrat) berlebih.

Ada pula penderita diabetes tipe 2 karena orangtuanya menderita penyakit ini, alias diturunkan.

Di masa kehamilan

Sayangnya, ada pula yang namanya gestational diabetes, yakni kadar glukosa dalam tubuh meningkat tajam saat seorang perempuan mengandung.

Biasanya kadar gula ini akan turun setelah dia melahirkan. Namun, menurut laman Harvard Health Publishing, perempuan yang mengalami gestational diabetes memiliki risiko tinggi mengidap diabetes di kemudian hari.

Namun, ada kabar baiknya pula untuk situasi ini, sebab berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Diabetes Care pada 10 Februari 2020, menyusui membantu memperkecil risiko ini.

Semakin lama semakin baik

Penelitian ini menggunakan data dari Nurse Health Study II, dan menemukan bahwa semakin lama seorang ibu menyusui bayinya, semakin kecil pula risikonya menderita diabetes.

Penelitian ini memantau 4.000 partisipan yang mengalami gestational diabetes. Lebih dari 800 partisipan mengidap diabetes dalam kurun waktu 25 tahun setelah mengalami gestational diabetes.

Sementara partisipan yang menyusui anaknya selama 12 bulan, memiliki risiko 9 persen lebih kecil mengidap diabetes dibandingkan yang tidak menyusui.

Semakin lama durasi menyusui, semakin rendah risikonya. Perempuan yang menyusui sampai 2 tahun, risiko mengidap diabetes turun sampai 15 persen.

Sedangkan yang menyusui selama lebih dari 2 tahun, risiko diabetesnya turun hingga 27 persen.

Karena itu, menurut artikel yang dilansir Harvard Health Publishing, semakin banyak dokter menyarankan perempuan untuk menyusui bayinya, bagi mereka yang mengalami gestational diebetes saat kehamilan.

Insulin tidak mencukupi

Sebagaimana disebutkan dalam laman National Health Service (NHS) Inggris, gestational diabetes bisa terjadi kapan saja di masa kehamilan, namun kebanyakan muncul di trimester kedua dan ketiga.

Kondisi ini terjadi karena tubuh tak bisa memproduksi insulin yang cukup, saat perempuan tersebut hamil.

Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula dalam darah. Perempuan yang mengandung membutuhkan lebih banyak pasokan insulin.

Ikuti kami di
KOMENTAR
542 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved