Mengenal Program Dani Ramdan dalam Mengendalikan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Dani Ramdan mendapat tugas mengendalikan pandemi Covid-19 di Kabupaten Bekasi, dan inilah langkah-langkah yang dilakukannya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Muhammad Azzam
Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, mendapat tugas mengendalikan pandemi Covid-19 di Kabupaten Bekasi. Maka dia meluncurkan "Gerakan Berani", dan berhasil dengan baik. Keterangan foto: Dani Ramdan (kiri) menerima karikatur dari Editor Warta Kota, Sigit Setiono. 

WARTA KOTA WIKI -- Dani Ramdan diangkat sebagai Penjabat Bupati Bekasi per 21 Juli 2021, untuk mengisi kursi pimpinan Kabupaten Bekasi yang kosong setelah pejabat sebelumnya meninggal dunia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat itu dilantik oleh Kementerian Dalam Negeri atas usulan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, karena ketika itu Kabupaten Bekasi sedang mengalami puncak pandemi Covid-19 gelombang 2.

Karena itu tugas pertama Dani Ramdan dari Gubernur Jawa Barat adalah mengendalikan penyebaran virus corona 2 ini.

Ketika itu Kabupaten Bekasi benar-benar tanpa pemimpin setelah bupati Eka Supria Atmaja wafat akibat Covid-19 pada 11 Juli 2021.

Pada saat itu Kabupaten Bekasi juga tak memiliki wakil bupati dan sekretaris daerah.

Inilah langkah yang diambil Dani untuk menjalankan amanah tersebut, yang diungkapkannya dalam wawancara ekslusif jurnalis Warta Kota Muhammad Azzam:

Warta Kota (WK): Bagaimana Anda menyikapi jabatan yang diamanahkan sekarang ini?

Dani Ramdan (DR): Ya saya memang dilantik saat kasus Covid-19 sedang luar biasa di Kabupaten Bekasi, di mana bupatinya wafat karena Covid-19, wakil bupati kosong, dan sekretaris daerah pensiun. Jadi tiga pimpinan pemerintah Kabupaten Bekasi ini kosong.

Padahal kondisi pandemi sedang di puncak, makanya Pak Gubernur (Jawa Barat/Ridwan Kamil) berpesan gaspol, karena enggak ada waktu terlalu lama, jadi harus segera bergerak.

WK: Kemudian langkah apa yang dilakukan untuk menangani Covid-19 di Kabupaten Bekasi?

DR: Saya punya tagline kan dengan gerakan "Berani", yang artinya " Kabupaten Bekasi Berantas Pandemi".
Berani itu juga mencerminkan sebuah optimisme dan keyakinan bahwa Bekasi akan sanggup menangani pandemi, meskipun waktu itu saya masuk (dilantik) kondisi sedang puncak-puncaknya.

Namun terbukti, Alhamdulillah, dalam beberapa waktu kemudian, saya sudah minggu keempat menjabat (ketika diwawancarai), angka-angka kasus positif sudah menurun. Angka BOR atau keterisian tempat tidur di rumah sakit dan isolasi terpusat menurun drastis, angka kesembuhan meningkat, dan vaksinasi terus kami genjot.

WK: Apa poin poin utama gerakan Berani tersebut?

DR: Saya kebetulan background sebagai Kepala BPBD Provinsi Jabar (Jawa Barat), jadi ada dalam ilmu manajemen bencana itu bagaimana caranya menghadapi bencana. Mulai dari manajemen pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan pascabencana.

Saya hadapi Covid-19 ini sebagai bencana non-alam, maka kami bagi dalam tiga tahap.

Di pencegahan saya kembangkan tiga, pertama KIE (Komunikasi Informasi Edukasi).

Intinya kampanye 3M 'memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, baik kampanye' dengan sosialisasi, edukasi maupun operasi yustisi dan non-yustisi untuk penegakkan disiplin.

Kedua melalui vaksinasi, saya kembangkan gerakan program "Vaksinasi Berani".

Ada empat jalur, puskesmas kami tingkatkan, dulu sebelumnya seminggu sekali sekarang tiap hari ada vaksinasi reguler.

Lalu vaksinasi massal bersama TNI-Polri, organisasi masyarakat, yayasan, dan pihak lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1193 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved