Protokol Pengendalian Varian Omicron, Kontak Erat Harus Isolasi 10 Hari

Setiap ditemukan kasus varian Omicron, pemerintah daerah harus mencari kontak eratnya untuk diisolasi

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Rodnae Production
Kontak erat kasus varian Omicronharus segera diisolasi selama 10 hari. Keterangan foto: ilustrasi 

WARTA KOTA WIKI -- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron.

Sebagaimana dilansir laman Kementerian Kesehatan, Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, menguatamakan sinergi antara Pusat dan daerah dalam hal mengendalikan varian Omicron ini, sehingga diterbitkanlah surat edaran tersebut.

Tujuan dari surat edaran ini adalah meningkatkan dukungan dan kerja sama
pemerintah daerah.

Selain itu menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), SDM Kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait dalam pelaksanaan pencegahan dan pengendalian kasus Covid-19 Varian Omicron (B.1.1.529.).

Beberapa ketentuan yang diatur oleh Kementerian kesehatan yang tercantum dalam surat edaran itu adalah sebagai berikut:

1. Terhadap seluruh kasus probable dan konfirmasi varian Omicron (B.1.1.529.), baik yang bergejala (simptomatik) maupun tidak bergejala (asimptomatik), harus dilakukan
isolasi di rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan COVID-19.

2. Kasus probable dan konfirmasi varian Omicron (B.1.1.529.) sebagaimana dimaksud
pada angka 1 dengan kriteria sebagai berikut:

a. Probable varian Omicron (B.1.1.529.) yaitu kasus konfirmasi Covid-19 yang hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan positif S-Gene Target Failure (SGTF) atau uji deteksi Single Nucleotide Polymorphism (SNP) berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) mengarah ke varian Omicron.

b. Konfirmasi varian Omicron (B.1.1.529.) yaitu kasus konfirmasi Covid-19 dengan hasil pemeriksaan sekuensing positif Omicron SAR-COV-2.

3. Setiap kasus probable dan konfirmasi varian Omicron (B.1.1.529.) yang ditemukan
harus segera dilakukan pelacakan kontak dalam waktu 1 x 24 jam untuk menemukan kontak erat.

Setelah ditemukan, setiap kontak erat varian Omicron (B.1.1.529.) wajib segera dikarantina selama 10 hari di fasilitas karantina terpusat dan pemeriksaan entry dan exit test menggunakan pemeriksaan NAAT.

Jika hasil pemeriksaan NAAT positif maka harus dilanjutkan pemeriksaan SGTF di laboratorium yang mampu pemeriksaan SGTF, dan secara pararel spesimen dikirim ke laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) terdekat sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4842/2021 tentang Jejaring Laboratorium Surveilans Genomen Virus SARs-CoV-2.

4. Kontak erat varian Omicron (B.1.1.529.) sebagaimana dimaksud di angka 3 adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau kasus terkonfirmasi varian Omicron (B.1.1.529.).

Untuk menemukan kontak erat varian Omicron (B.1.1.529.):

a. Pada kasus probable atau konfirmasi varian Omicron bergejala (simptomatik) dihitung sejak 2 hari sebelum gejala timbul sampai 14 hari setelah gejala timbul
(atau hingga kasus melakukan isolasi)

b. Pada kasus probable atau konfirmasi varian Omicron tidak bergejala (asimptomatik) dihitung sejak 2 hari sebelum pengambilan swab dengan hasil positif sampai 14 hari setelahnya (atau hingga kasus melakukan isolasi).

5. Kriteria selesai isolasi dan sembuh pada kasus probable dan konfirmasi varian
Omicron (B.1.1.529.) sebagai berikut:

a. Pada kasus yang tidak bergejala (asimptomatik), isolasi dilakukan selama
sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, ditambah hasil pemeriksaan Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) negatif selama 2 (dua) kali berturut-turut dengan selang waktu >24 jam.

b. Pada kasus yang bergejala (simptomatik), isolasi dilakukan selama 10 (sepuluh)
hari sejak muncul gejala, ditambah dengan sekurang-kurangnya 3 hari bebas
gejala demam dan gangguan pernapasan, serta hasil pemeriksaan NAAT negatif
selama 2 (dua) kali berturut-turut dengan selang waktu >24 jam.

6. Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan pencatatan dan pelaporan serta berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian kasus COVID-19 varian Omicron (B.1.1.529.).

Ikuti kami di
KOMENTAR
1223 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved