Perpanjangan ke-2 Masa PPKM Level 4 sampai 9 Agustus 2021

Pemerintah memperpanjang PPKM Level 4 sampai 9 Agustus 2021, dan fokus menjalankan strategi 3M dan 3T, serta vaksinasi Covid-19.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Gustavo Fring
Kegiatan vaksinaso Covid-19 akan diperbanyak pada bulan Agustus ini, sebagai salah satu 3 pilar utama dalam masa PPKM Level 4. Keterangan foto: Ilustrasi vaksinasi. 

- Pemerintah ingin menurunkan angka reproduksi Covid-19 untuk mengendalikan pandemi.

- Vaksinasi Covid-19, 3M, dan 3T adalah langkah strategis selama Agustus 2021.

- Pembukaan kegiatan ekonomi ditargetkan pada September 2021, setelah cakupan vaksinasi mencapai 75 persen

WARTA KOTA WIKI -- Pemerintah Republik Indonesia kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumah wilayah di Indonesia.

Perpanjangan PPKM Level 4 yang ke-2 ini akan berlangsung pada 3 sampai 9 Agustus 2021.

Presiden Joko Widodo, saat mengumumkan perpanjangan ini pada Senin (2/8) petang, menyatakan bahwa keputusan memperpanjang PPKM Level 4 selama 7 hari ini berdasar pengamatan terhadap perkembangan beberapa indikator kasus pada beberapa hari terakhir.

Dinamis

Di awal pengumumannya, Presiden Joko Widodo menjelaskan alasan Pemerintah memilih perpanjangan selama 7 hari, bukannya dalam kurun waktu panjang.

"Pilihan masyarakat dan Pemerintah adalah sama, yaitu menghadapi ancaman keselamatan jiwa akibat Covid-19, dan menghadapai ancaman ekonomi, kehilangan mata pencarian dan pekerjaan. Untuk itu gas dan rem harus dilakukan secara dinamis sesuai perkembangan Covid-19 di hari-hari terakhir," kata Presiden Joko Widodo.

"Kita tidak bisa membuat kebijakan yang sama dalam durasi yang panjang. Kita harus menentukan derajat pembatasan mobilitas masyarakat, sesuai data di hari-hari terakhir agar pilihan kita tepat, baik untuk kesehatan maupun perekonomian," lanjutnya.

Tiga pilar utama

Tindakan strategis yang akan dilakukan oleh Pemerintah dalam 7 hari ke depan adalah memperluas cakupan vaksinasi Covid-19, Memperkuat 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak), dan memperbanyak 3T (testing, tracing, dan treatment atau tes, lacak, isolasi).

Langkah strategis ini disebut Presiden sebagai 3 pilar utama kebijakan penanganan Covid-19.

Penjelasan lebih detail mengenai 3 pilar ini kemudian disampaikan oleh Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Menurunkan angka reproduksi

Menurut Luhut, target Pemerintah dengan 3 pilar utama itu ialah mencapai angka reproduksi atau penularan Covid-19 menjadi 0,9 pada September 2021, untuk mengendalikan pandemi ini.

Angka reproduksi ini adalah rata-rata kasus baru yang disebabkan atau ditularkan oleh setiap satu orang terinfeksi pada masa infeksius (10-14 hari).

angka tersebut dihitung dari seberapa mudah virus dapat ditularkan dikali durasi atau lama kontak antara sumber, baik melalui droplet atau permukaan) dengan populasi atau masyarakat yang rentan.

"Angka reproduksi (di Indonesia) saat ini adalah 1,2 sampai 1,5 dengan 3M dan 3T yang kita lakukan sejak beberapa waktu lalu. Wabah ini bisa terkendali bila angka reproduksinya di bawah 1 atau 0,9. Formulanya adalah coverage dari vaksinasi tinggi, 3M, dan 3T," kata Luhut.

Kebijakan PPKM yang dilakukan Pemerintah, mulai dari level 1 sampai level 4 adalah upaya untuk mengurangi durasi atau lama kontak antara seorang suspek terinfeksi dengan masyarakat lainnya.

Sementara tindakan 3M dan 3T bertujuan mengurangi proporsi populasi yang rentan terhadap infeksi.

Sedangkan gerakan vaksinasi Covid-19 adalah upaya meningkatkan proporsi populasi yang kebal, atau memiliki imunitas terhadap virus SARS-CoV-2.

Target Pemerintah adalah 75 persen populasi di Indonesia telah mendapat vaksinasi pada Oktober 2021.

"Mengenai vaksinasi ini, kami bulan berharap bisa mencapai 60 sampai 70 juta (penduduk) pada bulan Agustus ini," kata Luhut.

Dengan 3 pilar utama itu, diharapkan akan menurunkan angka reproduksi Covid-19 di Indonesia.

Luhut juga menjelaskan bahwa Indonesia telah berhasil menurunkan angka reproduksi itu dari 2,5 pada Maret 2020 menjadi 1,1 pada Maret 2021, menggunakan strategi PSBB, PPKM Mikro, 3M, dan 3T.

Hanya saja angka reproduksi naik menjadi 1,5 pada Juli 2021, yang disebabkan oleh meningkatnya mobiltas warga, hadirnya beberapa variant of concern dari virus corona 2, dan turunnya disiplin masyarakat melakukan 3M dan kegiatan 3T.

Pembukaan aktivitas ekonomi

Luhut juga mengungkapkan bahwa pembukaan aktivitas ekonomi tergantung kepada pencapaian vaksinasi, dan implementasi dari 3T dan 3M.

"Presiden memerintahkan kepada kami untuk melakukan langkah-langkah ini dengan sebaik-baiknya, dan sedetail-detailnya. Dan penerapan 3M dan 3T agar September bisa segera dilakukan pembukaan secara bertahap," ujar Luhut.

Namun Pemerintah juga memantau perkembangan mingguan, sehingga tak tertutup kemungkinan ada kegiatan ekonomi yang dibuka pada Agustus ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1170 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved