Cara Merawat Wayang Kulit, Perhatikan Kelembapan Udara dan Cara Membersihkan

Banyak hal yang harus diperhatikan agar koleksi wayang kulit tetap dalam kondisi baik.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/ Ikhwana Mutuah Mico
Nanang GP, selaku kurator Pameran Wayang Koleksi Bentara Budaya: Wayang Rupa Kita, menjelaskan cara merawat wayang kulit, Kamis (18/11/2021). 

WARTA KOTA -- Memajang wayang kulit di dalam rumah adalah salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia, terutama bagi penggemar wayang.

Hanya saja, ada risiko wayang itu rusak karena paparan sinar lampu atau matahari, kelembaban udara, terkena debu dan kotoran binatang seperti cicak, zat kimia seperti obat nyamuk, dan faktor-faktor perusak lainnya.

Namun membersihkan dan merawat wayang juga tak bisa sembarangan, sebagaimana diutarakan Nanang HP selaku kurator pameran wayang koleksi Bentara Budaya dengan tajuk Wayang Rupa Kita.

Kelembapan

Menurut Nanang Hape hal pertama yang harus diperhatikan dalam merawat wayang kulit ialah bahan dasarnya.

"Yang jelas karena bahan wayang itu dari bahan organik, yang pertama kali harus diperhatikan adalah kelembapan ruangan agar tak berjamur," kata Nanang kepada Warta Kota, Kamis (18/11/2021).

Bila terlalu lembap, atau kandungan air yang berlebihan, bisa menyebabkan jamur, tapi terlalu kering juga bisa berdampak buruk.

Maka tempat penyimpanan atau memajang wayang lokasinya tak boleh terlalu kering, karena wayang juga memiliki unsur kertas sebagai material pembuatnya.

Suhu ruangan

Perubahan suhu yang ekstrem juga perlu dihindari dalam merawat wayang, sehingga sangat dianjurkan wayang kulit jangan dijemur.

"Kalau akan dirawat, saat dikeluarkan dari kotaknya jangan dijemur. Yang penting diangin-anginkan saja," ujar Nanang.

Wayang juga sebaiknya tak diletakan di ruangan ber-AC (Air Condition) karena juga bisa membuat wayang menjadi terlalu kering.

Diusap tangan

Sama seperti merawat sepatu, merawat wayang kulit adalah mengusahakan agar warna kulitnya tak pudar.

Merawat wayang kulit juga mirip merawat kulit wajah, yakni menjaga agar kulit wayang tetap kencang.

Wayang kulit, terutama yang berusia tua, jugak tidak boleh diusap dengan tangan telanjang, karena tangan itu sebenarnya mengandung minyak alami meski tak kasat mata.

"Intinya dijaga jangan berjamur, tidak boleh dibersihkan dengan cara diusap tangan, boleh dengan sikat namun harus yang sangat lembut swperti kuas," tandas Nanang. (Ikhwana Mutuah Mico)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1213 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved