Vaksin Comirnaty Buatan Pfizer/BioNTech Dapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM

BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat bagi vaksin Covid-19 menerk Cominarty, buatan Pfizer/BioNTech.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Nataliya Vaitkevich
BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat bagi vaksin Covid-19 menerk Cominarty, buatan Pfizer - BionTech. Keterangan foto: Ilustrasi vaksin Covid-19 

WARTA KOTA WIKI -- Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat, atau emergency use authorization (EUA), untuk vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech pada 14 Juli 2021.

Vaksin yang kemudian disebut dengan merek Comirnaty ini merupakan vaksin dengan platform mRNA.

Vaksin Comirnaty diberikan dengan cara injeksi intramuscular sebanyak 2 kali, dengan dosis setiap suntikan 0,3 mL.

Rentang waktu antara suntukan pertama dan kedua selama 3 minggu.

Efikasi 100 persen

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, efikasi vaksin Covid-19 ini mencapai 100 persen ketika diberikan kepada remaja usia 12-15 tahun.

“Berdasarkan data uji klinik fase 3, efikasi vaksin Pfizer pada usia 16 tahun ke atas menunjukkan keberhasilan sebanyak 95,5 persen, dan pada remaja usia 12-15 tahun sebesar 100 persen,” kata Penny mengungkapkan dalam jumpa pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Menurut Penny, vaksin ini digunakan dengan indikasi pencegahan Covid-19 yang disebabkan SARS-CoV-2 bagi orang yang berusia 12 tahun ke atas.

Menurut data imunogenisitas menunjukkan, pemberian 2 dosis vaksin Comirnaty dalam selang 3 minggu menghasilkan respons imun yang baik.

Aman

Selain itu, hasil pengkajian menunjukan bahwa secara umum keamanan vaksin dapat ditoleransi oleh semua kelompok usia.

“Kejadian reaksi yang paling sering timbul dari penggunaan vaksin ini antara lain nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, dan demam,” ujar Penny.

Penilaian terhadap data mutu vaksin ini dilakukan oleh BPOM, bersama Tim Ahli Komite Nasional Penilai Vaksin Covid-19 dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization ( ITAGI), dengan mengacu kepada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku internasional.

Hasil pengkajian menyatakan vaksin ini memenuhi standar persyaratan mutu vaksin.

“Sebagaimana vaksin dengan platform mRNA yang memiliki spesifikasi penyimpanan khusus, dengan menggunakan ultra low temperature (suhu -90° sampai -60° C), vaksin ini tentu perlu dikawal dalam proses pendistribusiannya. PT Pfizer sebagai produsen telah menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sampai ke titik penyuntikan (tempat pelaksanaan vaksinasi) di Indonesia,” lanjut Penny.

Dengan diterbitkannya EUA untuk vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech ini, maka ada lima jenis vaksin Covid-19 yang boleh digunakan di Indonesia.

Empat jenis vaksin Covid-19 sebelumnya ialah Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Moderna. (*/Junianto Hamonangan)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1150 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved