Cara Terbaik Mengurangi Risiko Tertular Varian Omicron Menurut WHO dan Kementerian Kesehatan

Disiplin melakukan 3M adalah cara terbaiksaat ini dalam mengurangi risiko tertular varian Omicron.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pixabay/geralt
WHO Menyatakan bahwa varian Omicron memiliki tingkat penularan lebih cepat dari varian Delta. Pencegahan penularan paling baik adalah dengan melakukan 3M. 

WARTA KOTA -- Virus Corona varian Omicron semakin menunjukkan wajah aslinya, yakni mampu menular lebih cepat. Bahkan melebihi kecepatan varian Delta.

Peringatan sudah diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia 'WHO' soal kecepatan penularan ini, dalam konferensi pers oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom, Rabu (15/12).

Diingatkan oleh WHO, kasus varian Omicron sudah ditemukan di 77 negara, namun dia yakin jumlahnya lebih besar lagi karena ada negara yang belum mendeteksi kehadiran varian ini.

"Kami melihat Omicron menyebar dengan kecepatan yang belum pernah kami lihat sebelumnya," ujar Tedros Adhanom.

Indonesia

Sementara di Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan pada Kamis (16/12) pagi bahwa kasus Omicron dipastikan pada Rabu (15/12) malam setelah mendapat konfirmasi dari GISAID.

"Kementerian Kesehatan tadi telah mendeteksi ada seorang pasien N inisialnya terkonfirmasi Omicron pada tanggal 15 Desember. Data-datanya sudah kami konfirmasikan ke GISAID, dan sudah dikonfirmasikan kembali oleh GISAID bahwa data-data ini adalah data sequencing Omicron," ujar Budi dalam jumpa pers virtual.

Pasien N adalah pekerja pembersih di Rumah Sakit Wisma Atlet. Pada tanggal 8 Desember 2021 dia melakukan pemeriksaan rutin, dan sampelnya dikirim ke Balitbang Kementerian Kesehatan untuk pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).

"Kami lihat bahwa ada tiga pekerja pembersih di Rumah Sakit Wisma Atlet yang positif PCR-nya, tapi yang terkonfirmasi positif Omicron satu orang," ujar Budi.

Ketiga orang itu, lanjut Budi, tanpa gejala Covid-19 seperti demam dan batuk-batuk.

"Mereka juga telah dites PCR kembali dan hasilnya negatif," kta Budi.

Disiplin 3M

Menurut WHO, gejala yang dimunculkan varian Omicron sangat ringan, yang akibatnya sering diabaikan oleh orang yang mengidapnya.

Namun gejala yang ringan dan cenderung dibaikan ini sungguh mengkhawatirkan bagi WHO, sebab dengan kecepatan tingkat penularan seperti itu bisa terjadi ledakan kasus secara tiba-tiba, dan sistem kesehatan tidak siap menanganinya.

Kondisi seperti kasus varian Delta di beberapa negara bisa terjadi kembali, sebagaimana dialami Indonesia pada Juli-Agustus lalu.

Karena itu, WHO menegaskan bahwa cara yang terbaik untuk mencegah penularan Omicron adalah gerakan 3M 'masker, menjaga jarak mencuci tangan' harus digalakkan kembali.

"Bukan vaksin melainkan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan aliran udara yang baik. Lakukan secara konsisten dan baik," ujar Adhanom.

Hal ini juga yang ditegaskan oleh Budi Gunadi dalam jumpa pers Kementerian Kesehatan.

"Yang paling penting adalah jaga kewaspadaan protokol kesehatan. Jangan kendor, jangan berkurang disiplinnya terutama dalam memakai masker dan menjaga jarak," katanya.

"Jangan terlalu banyak berkerumun di acara dengan banyak orang, kurangi bepergian ke luar negeri yang tidak penting," lanjut Budi dengan nada tegas.

Halaman selanjutnya

Vaksin tak melindungi

...

Ikuti kami di
KOMENTAR
1214 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved