Mengenal Varian Mu, Mutasi Terbaru Virus Covid-19

Mengenal varian Mu, mutasi virus SARS-CoV-2 yang sedang jadi perhatian para ahli di seluruh dunia.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pixabay/geralt
Varian Mu dari SARS-CoV-2 masuk daftar variant of concern WHO, karena data mengenainya masih minim. Keterangan foto: Ilustrasi virus SARS-CoV-2. 

WARTA KOTA WIKI -- Varian Mu adalah salah satu hasil mutasi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yang juga dikenal sebagai B.1.621.

Sebagaimana diwartakan kantor berita AP, Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021, dan saat ini ditemukan juga dalam kasus terisolasi di Amerika Selatan, Eropa, dan Amerika Serikat.

Bulan lalu Organisasi Kesehatan Dunia 'WHO' memasukan varian ini sebagai variant of interest, karena khawatir varian ini bisa membuat vaksin Covid-19 dan terapi pengobatan yang digunakan saat ini kurang efektif.

Namun sejauh ini masih dibutuhkan banyak bukti untuk mendukung kekhawatiran itu.

Pasalnya, para ahli yang memantau kemunculan mutasi baru dari virus Covid-19 harus berasumsi bahwa perubahan genetik akan mengubah sifat virus itu.

Langkah selanjutnya adalah meneliti dan mencari tahu lebih dalam tentang varian baru tersebut, apakah lebih menular, atau apakah menyebabkan gejala yang lebih parah.

Lambat menyebar

Sejauh ini, menurut hasil pengamatan para ahli, varian Mu tidak menyebar dengan cepat.

Jumlah kasus yang ditemukan saat ini lebih kecil dari 1 persen dari total kasus Covid-19 di dunia.

Sementara di Kolombia sendiri, kasus varian MU sekitar 39 persen dari total kasus di negara tersebut.

Sementara di Benua Eropa, varian Mu telah ditemukan di belasan negara.

Hanya saja, menurut Kementerian Kesehatan Prancis, tak terlihat pertambahan kasus dari varian ini.

Resistensi

Sedangkan otoritas kesehatan Inggris pada bulan lalu menyatakan, varian Mu mungkin sudah resisten terhadap vaksin Covid-19 yang ada saat ini, seperti halnya varian Beta di Afrika Selatan.

Laporan ini berdasarkan pengamatan terhadap 53 kasus varian Mu di Inggris, yang menunjukkan resistensi terhadap vaksin Covid-19 yang ada.

Ada pula dugaan bahwa yang terjadi adalah situasi immune escape, yakni antibodi yang terbentuk dari vaksin Covid-19 tak mengenali virus yang masuk itu sebagai ancaman.

Hanya saja dibutuhkan banyak data dari seluruh dunia untuk mendukung dugaan ini.

Namun, untuk tindakan kewaspadaan, European Medicines Agency (EMA) tetap akan memantau varian ini lebih lanjut, terutama kemungkinan virus ini resisten terhadap vaksin Covid-19.

"Kami akan membicarakan ini dengan perusahaan pengembang vaksin Covid-19, untuk meneliti efektivitas vaksin mereka terhadap varian Mu," kata Kepala EMA, Marco Cavaleri.

Bukan di depan mata

Ikuti kami di
KOMENTAR
1199 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved