Makanan Ibu Beragam bisa Mengubah Rasa ASI dan Melatih Bayi Mengenal Rasa

Rasa ASI berubah-ubah seturut makanan dan minuman ibu, dan itu bermanfaat bagi bayi.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Healthline
Ibu menyusui dapat meningkatkan asupan kalori, karena dibutuhkan untuk meroduksi ASI. Keterangan foto: Ilustrasi 

WARTA KOTA -- Air Susu Ibu ( ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi, karena mengandung zat antibodi yang akan membangun kekebalan tubuh bayi itu.

Namun untuk mempersembahkan ASI terbaik, sang ibu juga harus memperhatian asupan gizinya.

Makanan dengan gizi seimbang yang dikonsumsi ibu sangat berperan dalam mendukung produksi Air Susu Ibu ( ASI).

Selain pasokan ASI mencukupi kebutuhan bayi, makanan yang beragam juga akan membuat rasa ASI selalu berubah-ubah. Dengan demikian si bayi mendapat pelajaran mengenal aneka rasa sejak dini.

Selain nutrisi yang paling lengkap, rasa ASI yang berubah-ubah ini yang tak bisa diberikan susu formula.

Glutamat

Ahli Gizi Klinis dari RS Melinda Bandung, dr Johanes Chandrawinata MND SpGK mengatakan, ASI sangat penting sebagai perlindungan paling awal bagi bayi baru lahir, dan juga sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi.

ASI mengandung banyak nutrisi seperti glutamat atau asam amino bebas (FAA), yang merupakan sumber nitrogen yang baik untuk bayi.

“Glutamat, berbagai zat gizi makro, zat gizi mikro, dan zat bioaktif yang terkandung dalam ASI menjadikannya makanan pertama yang ideal untuk bayi. Adanya zat bioaktif dalam ASI menunjukkan pentingnya ASI sebagai makanan fungsional yang berperan penting dalam daya tahan dan kesehatan bayi,” ujar dr Johanes dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Rabu (25/8/2021).

Soal kandugan glutamat bebas ini, menurut sebuah studi oleh Berthold Koletzko, yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Nutrition and Metabolism pada 3 Desember 2018, ditemukan 6 kali lebih tinggi pada ASI dibandingkan pada susu formula.

Bagi bayi baru lahir, glutamat dan glutamin merupakan faktor utama pertumbuhan sel epitel usus.
Glutamat dan glutamin meningkatkan fungsi penghalang usus, dan mempengaruhi perkembangan sel-sel imunitas.

Dari segi anthropometri, glutamat dan glutamin ternyata juga membantu peningkatan tinggi dan berat bayi.

Makanan bagi ibu menyusui

Karena ASI sangat penting bagi bayi, dr Johanes juga memberikan beberapa tip bagi ibu menyusui agar bisa mengatur pola makannya, supaya produksi ASI juga tidak terganggu.

Dia menjelaskan bahwa selama menyusui kebutuhan kalori ibu meningkat 330-400 kkal per hari, yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI.

"Untuk mendapatkan kalori ekstra ini ibu bisa meningkatkan asupan makanan bernutrisi tinggi, seperti 1 roti gandum utuh dengan 16 gram (1 sendok makan) selai kacang, satu buah pisang ukuran sedang, atau 225 gram yogurt. Usahakan selalu pilih makanan yang sehat untuk membantu produksi ASI,” ujar dr Johanes.

“Pilih makanan berprotein tinggi seperti daging tanpa lemak, telur, susu, kacang-kacangan, dan makanan laut rendah merkuri. Pilih biji-bijian dan sayuran serta buah-buahan yang berserat tinggi," tambahnya.

Dia juga menjelaskan berbagai makanan yang bisa mengubah rasa ASI. Hal ini baik agar bayi dapat membedakan rasa, sehingga membantu bayi menerima makanan padat di kemudian hari.

Penganan yang dikurangi

Kemudian upayakan minum 1 gelas air atau minuman lain setiap usai menyusui. Namun sebaiknya jangan minuman manis dan jus mengandung banyak gula.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1196 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved