Protokol PPKM Level 4 menurut Instruksi Mendagri Nomor 27 Tahun 2021

Inilah aturan berkegiatan di masa PPKM Level 4 pada 3-9 Agustus 2021. Ada beberapa penyesuaian yang dilakukan dari aturan PPKM level 4 sebelumnya.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Miftahul Munir
Salah satu bentuk pembatasan kegiatan masyarakat adalah membatasi mobilitas penduduk dengan penyekatan. Keterangan foto: Suasana penyekatan di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat pada 15 Juli 2021. 

WARTA KOTA WIKI -- Wilayah aglomerasi Jabodetabek masih berada di level 4 skala asesmen kondisi Covid-19, sehingga masih harus menjalani PPKM level 4 pada 3-9 Agustus 2021.

Hal ini termaktub dalam Instruksi Mendagri Nomor 27 Tahun 2021.

Bahkan wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, yang sebelumnya berada di level 3, kini dtetapkan sebagail level 4.

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia kembali memperpanjang masa PPKM di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari level 1 sampai level 4.

Hal itu diumumkan Presiden Joko Widodo pada Senin (2/8) petang di Istana Negara.

Protokol kegiatan

Secara garis besar, protokol kegiatan masyarakat di wilayah PPKM level 4 masih mirip dengan masa PPKM Level 4 yang berlangsung pada 26 Juli - 2 Agustus 2021.

Namun ada beberapa penyesuaian kecil, sebagaimana diatur dalam instruksi mendagri tersebut.

Salah satunya adalah jumlah konsumen warung makan atau warteg, pedagang kaki lima, dan
lapak jajanan yang boleh makan di tempat dalam waktu bersamaan dibatasi hanya 3 orang.

Selain itu, masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota antarprovinsi juga harus memiliki hasil negatif pemeriksaan rapid antigen, yang dilakukan pada 1 hari sebelum perjalanan.

Secara detail, regulasi kegiatan masyarakat di wilayah PPKM level 4 adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan belajar mengajar

Kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan dilakukan secara daring atau online.

2. Kegiatan usaha sektor non-esensial

Kegiatan usaha sektor non esensial dilakukan 100 persen bekerja dari rumah (Work From Home/WFH)

3. Kegiatan usaha sektor esensial

I Definisi sektor esensial

a) Sektor esensial keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi kepada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer));

b) Sektor esensial pasar modal (yang berorientasi kepada pelayanan dengan pelanggan (customer) dan berjalannya operasional pasar modal secara baik);

c) Sektor esensial teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center,
internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat;

Ikuti kami di
KOMENTAR
1172 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved